Aku, hujan, dan pelangi. Begitulah judul yang aku pilih untuk memulai tulisanku malam ini. Terinspirasi dari hujan yang tiba-tiba hadir dan membuatku rindu.
![]() |
| taken from tumblr |
Aku jatuh cinta pada hujan. Setiap dia hadir, rasanya aku rindu. Perasaanku berdebar. Aku tak kuasa untuk berkata apa-apa dan hanya diam duduk memandanginya hingga berlalu. Di kala lain, di saat aku memiliki keberanian, aku memilih untuk berdiri di antaranya, basah kuyup, dan berakhir bahagia. Bersamanya, aku merasa hidup karena hujan adalah yang aku cinta. Dengan kehadirannya, sejuta rasa muncul. Aku mau melakukan apapun saat dia ada dan menunggunya saat mendung tiba.
Aku jatuh cinta pada hujan. Saat ia reda dan meninggalkanku menggigil sendirian, mungkin dia tak sadar bahwa aku mencintainya. Yang dia sadari adalah dia mencintai pelangi. Pelangi yang indah, berwarna-warni, dan selalu ditunggu oleh banyak orang. Pelangi yang selalu menyambutnya di saat ia beranjak pergi dari bumi. Pelangi yang mungkin sudah Tuhan takdirkan berjodoh dengan hujanku. Pikirku, betapa beruntungnya pelangi menjadi sosok yang dicintai sang hujan. Boleh dibilang aku cemburu. Tapi aku bersyukur, yang dicintai hujanku adalah pelangi, bukannya petir. Dia mencintai sesuatu yang tepat.
Aku jatuh cinta pada hujan. Untuk rasa cintaku yang menggebu-gebu, aku relakan hujan untuk terus bersama pelangi. Perpaduan indah, ciptaan Yang Kuasa.
Hey, hujan. Aku selalu menunggumu di saat terik matahari membuatku terpanggang. Aku selalu menunggumu di saat malam berjumpa denganku. Teruslah berada di sisiku, menjadi sahabatku.
Hey hujan. Aku bahagia untukmu. Aku bahagia karena kamu mencintai pelangi, bukannya petir.
![]() |
| taken from tumblr |
Hey, hujan. Aku jatuh cinta padamu. Selalu.
Tulisan yang terinspirasi karena hujan menghampiriku malam ini. Selamat malam!


0 koment:
Poskan Komentar